Danarweb |Seperti yang kita tahu, DHCP adalah salah satu metode pembagian IP Adress yang paling sering digunakan. Hal ini beralasan karena apabila kita menggunakan DHCP maka kita tidak perlu repot-repot memberikan IP secara manual ke setiap Host/Client. nah salah satu pekerjaan yang dapat dilakukan oleh Debian Server adalah pemberian IP secara otomatis kepada Client atau yang disebut DHCP Server.
Pengertian
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah sebuah layanan yang memberikannomor IP secara otomatis kepada komputer yang memintanya (client). Komputer yang
memberikan layanan inilah yang disebut DHCP Server. Keuntungan dari layanan DHCP
adalah dimana komputer-komputer client tidak perlu lagi untuk mengkonfigurasi IP Address
secara manual. DHCP paling sering digunakan didalam jaringan-jaringan yang berskala
besar.
Latar belakang
Memberikan IP static secara manual ke setiap Client pada sebuah jaringan yang berskala kecil mungkin terasa mudah untuk dilakukan, namun apa yang terjadi apabila kita harus membangun jaringan sebuah kantor perusahaan yang skala jaringanya sangat besar dan rumit? Dengan menggunakan metode pemberian IP berupa DHCP, maka maslah tersebut bisa diatasi. Hal ini beralasan karena apabila kita menggunakan DHCP maka kita tidak perlu repot-repot memberikan IP secara manual ke setiap Host/Client.Alat dan bahan
- Debian Server yang sudah terkoneksi dengan Internet dan memiliki dua Interface Internet (Eth).
- Satu atau lebih PC Client yang terhubung secara langsung ke server.
Jangka Waktu
30 MenitTahap pengerjaan
Pertama susun perangkatmu membentuk Topologi berikut:Akses Servermu dengan PC Client menggunakan SSH atupun Telnet. Lalu masuk ke user Root.
Install paket isc-dhcp-server , dengan perintah :
apt-get install isc-dhcp-server
Note: Walapun pada installasi paket diatas muncul tulisan Failed, namun hal tersebut adalah hal yang wajar sehingga kamu tidak perlu panik.
Konfigurasikan file dhcpd.conf menggunakan perintah berikut:
nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
lalu cari baris A slightly different.. dan ubah baris dibwahnya dengan menghilangkan tanda pagar (#) dan edit setiap bagian ip nya seperti gambar dibawah. Lalu apabila sudah selesai, maka Save menggunakan kombinasi tombol Ctrl+X, lalu Y dan Enter
Lalu anda edit file di “/etc/default/isc-dhcp-server“ dengan perintah :
nano /etc/default/isc-dhcp-server
Setelah terbuka silahkan anda ke baris paling akhir seperti gambar dibawah dan pastikan pada bagian INTERFACES=”eth0” telah terisi eth yang di inginkan untuk menjadi DHCP
servernya lalu simpan dan keluar dengan menekan ctrl+x tekan y tekan enter
Restart servis isc-dhcp-server menggunakan perintah berikut.
/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
Masuk ke PC Client, lalu ubah settingan Networknya menjadi DHCP Client atau Automatic. Maka PC Client pun secara otomatis mendapatkan IP dari Debian server dan langsung bisa mengakses Internet (Apabila tersedia).
Kesimpulan
Setelah berhasil melakukan konfigurasi DHCP Server pada Debian, langkah selanjutnya apabila kamu ingin menambah Client yang bisa mendapatkan IP secara otomatis oleh Debian adalah dengan menambahkan satu perangkat lagi berupa Switch, yang kemudian pada Client-nya disetting DHCP Client atau Automatic.Itulah post tentang Konfigurasi DHCP Server Pada Debian 8 Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar.






EmoticonEmoticon