Showing posts with label JARINGAN. Show all posts
Showing posts with label JARINGAN. Show all posts

Tuesday, July 18, 2017

Mengganti Nama Komputer (Hostname) Pada Linux Debian



Danarweb | Yoo kali ini saya akan kembali dengan sebuah trik Linux Debian yang baru saja saya pelajari, yaitu tentang cara mengganti Hostname pada linux Debian. yah meskipun saya bilang Debian, namun cara yang akan kita pelajari kali ini dapat juga diimplementasikan pada Distro Linux turunan Debian seperti Ubuntu, Linux Mint, dll.

Latar Belakang

Ketika kamu menginstal OS linux Debian (dll), pastinya kamu diharuskan mengisi kolom Hostname bukan? Hostname tersebut digunakan sebagai identitas komputer Debian kita agar nantinya komputer atau perangkat jaringan lain yang terhubung dengan komputer kita dalam jaringan LAN maupun WAN dapat mengenali komputer kita tersebut dengan nama hostname yang kita pilih. Dari penjelasan singkat diatas sudah memaparkan betapa pentingnya keberadaan hostname tersebut, lalu bagaimana cara Adminitrator agar dapat mengganti hostname tersebut apabila sewaktu-waktu diperlukan?

Tahap Pengerjaan

Sebagai contoh, kali ini saya akan mencoba mengganti Hostname Debian saya yang awalnya bernama danar menjadi toshi.
Masuk ke Shell pada Debianmu, lalu login ke Superuser (Root) agar kita bisa leluasa unuk mengkonfigurasikan Debian kita, dengan mengunakan perintah su lalu masukan password Root.


Setelah kamu masuk ke Root, Masukan baris perintah berikut ini:

nano /etc/hostname/

Lalu seteah masuk ke editor Hostname tersebut, ganti nama Hostname lawas milikmu (misalnya milik saya adalah danar) dengan hostname yang baru (misalnya toshi)


Simpan konfigurasi tersebut dengan menekan tombol Ctrl+X lalu tekan Enter.
Sekarang Hostname linux Debian milikmu sudah berubah, silahkan reboot Komputermu agar perubahan tersebut dapat berjalan dengan mengetikan perintah reboot now.


Setelah reboot selesai, kamu akan dihadapkan dengan Hostname barumu!


Oke itulah post tentang Mengganti Nama Komputer (Hostname) Pada Linux Debian, Mohon maaf apabila terdapat salah pengetikan atau kesalahan yang tidak disengaja lainya dan apabila terdapat bagian yang kurang jelas dari post diatas silahkan berikan komentarmu.

Friday, June 9, 2017

Mengganti IP Address DHCP Menjadi Static Pada Debian


Danarweb | Yolululu!! Setelah lama saya tidak mengupdate lagi artikel tentang Debian Server, kali ini saya kembali datang dengan sebuah tutorial sederhana tentang Cara Mengganti IP Address DHCP Menjadi Static Pada Debian. 

Latar Belakang

Saat kita menginstal Debian Server, terkadang secara otomatis IP dari Debian tersebut di alokasikan dengan DHCP tanpa ada pilihan untuk mengalokasikanya secara manual (Static). Nah maka dari itu kita perlu menseting kembali IP Debian kita, karena pada dasarnya sebuah PC Server sebaiknya menggunakan IP Static daripada DHCP.

Tahap Pengerjaan

Pertama silahkan masuk ke Super User (Root) pada Debian kita dengan mengetikan perintah su lalu masukuan password Root Debian milikmu.


Ubah konfigurasi network dengan mengetikan perintah berikut ini:

nano /etc/netwrk/interfaces


Ubah baris konfigurasi berikut:

auto eth0
       iface eth0 inet dhcp 

Menjadi seperti ini

auto eth0
iface eth0 inet static
        address 192.168.43.6
        netmask 255.255.255.0
        network 192.168.43.0
        broadcast 192.168.43.255
        gateway 192.168.43.1
 *Sesuaikan dengan keinginanmu

Setelah itu Save dan Keluar dengan menekan Ctrl+X lalu Y, Enter!
Apabila kamu belum paham bisa melihat gambar berikut:
Before:

After: 

Selanjutnya restart servis Networking agar perubahan dapat langsung dirasakan dengan menggunakan perintah berikut:

/etc/init.d/networking restart


Oke, Mengganti IP Address DHCP Menjadi Static Pada Debian sudah selesai dilakukan. Untuk mengecek apakah IP sudah berubah sialahkan ketikan perintah ifconfig


Itulah post tentang Mengganti IP Address DHCP Menjadi Static Pada Debian, Cara ini juga berlaku untuk distro Ubuntu server dan juga beberapa distro turunan Debian lainya.

Saturday, May 6, 2017

Mengganti IP Address Pada Windows


Danarweb | Pengalamatan IP adalah hal yang paling dasar dalam konfigurasi Jaringan. Pada Linux, kita bisa mengganti IP dengan mengetikan perintah nano /etc/network/interfaces. lalu bagaimana dengan sistem operasi Windows? Karena Windows merupakan salah satu Sistem Operasi yang paling populer digunakan oleh User, maka kita juga perlu tahu tentang cara mengganti IP Address pada sistem operasi rancangan Microsoft tersebut.

Note: Disini saya menggunakan Microsoft Windows 10 Anniversary sebagai percobaan, namun tutorial ini juga bisa dipraktekan pada sistem operasi Windows lainya seperti Windows 8 atau Windows 7.

Tahap Pengerjaan

Klik kanan Icon network pada toolbar, lalu pilih Open Network and Sharing Center.


Apabila sudah muncul Jendela Network and Sharing Center, Silahkan Klik Change adapter setting pada bagian Kiri.


Akan muncul jendela yang menampilkan beberapa Network Adapter yang sudah terpasang pada PC-mu Seperti Adapter Wireless (WiFi), Adapter LAN (Kabel). Klik kanan lalu pilih Properties pada Adapter yang ingin kamu konfigurasi IP-nya, Misalnya disini saya ingin mengganti IP pada adapter Wi-Fi PC saya.


Klik dua kali pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)



Nah akan muncul jendela Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) Properties. Disinilah kamu bisa mengganti IP pada PC Windows-mu. Apabila kamu ingin mengkonfigurasikan IP sebagai DHCP, maka pilihlah Obtain IP Address Automaticaly. Namun apabila kamu ingin mengganti IP secara manual, maka pilih Use the following IP Address, Lalu masukan IP yang ingin kamu pakai.


Klik OK pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) Properties dan juga pada Wi-Fi Properties.



Itulah post tentang Mengganti IP Address Pada Windows Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar.

Tuesday, March 21, 2017

Konfigurasi DHCP Server Pada Debian 8



Danarweb |Seperti yang kita tahu, DHCP adalah salah satu metode pembagian IP Adress yang paling sering digunakan. Hal ini beralasan karena apabila kita menggunakan  DHCP maka kita tidak perlu repot-repot memberikan IP secara manual ke setiap Host/Client. nah salah satu pekerjaan yang dapat dilakukan oleh Debian Server adalah pemberian IP secara otomatis kepada Client atau yang disebut DHCP Server.

Pengertian

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah sebuah layanan yang memberikan
nomor IP secara otomatis kepada komputer yang memintanya (client). Komputer yang
memberikan layanan inilah yang disebut DHCP Server. Keuntungan dari layanan DHCP
adalah dimana komputer-komputer client tidak perlu lagi untuk mengkonfigurasi IP Address
secara manual. DHCP paling sering digunakan didalam jaringan-jaringan yang berskala
besar.

Latar belakang

Memberikan IP static secara manual ke setiap Client pada sebuah jaringan yang berskala kecil mungkin terasa mudah untuk dilakukan, namun apa yang terjadi apabila kita harus membangun jaringan sebuah kantor perusahaan yang skala jaringanya sangat besar dan rumit? Dengan menggunakan metode pemberian IP berupa DHCP, maka maslah tersebut bisa diatasi. Hal ini beralasan karena apabila kita menggunakan  DHCP maka kita tidak perlu repot-repot memberikan IP secara manual ke setiap Host/Client.

Alat dan bahan

  1. Debian Server yang sudah terkoneksi dengan Internet dan memiliki dua Interface Internet (Eth).
  2. Satu atau lebih PC Client yang terhubung secara langsung ke server.

Jangka Waktu

30 Menit

Tahap pengerjaan

Pertama susun perangkatmu membentuk Topologi berikut:


Akses Servermu dengan PC Client menggunakan SSH atupun Telnet. Lalu masuk ke user Root.






Install paket isc-dhcp-server , dengan perintah :

apt-get install isc-dhcp-server

Note: Walapun pada installasi paket diatas muncul tulisan Failed, namun hal tersebut adalah hal yang wajar sehingga kamu tidak perlu panik.



Konfigurasikan file dhcpd.conf menggunakan perintah berikut:

nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

lalu cari baris A slightly different.. dan ubah baris dibwahnya dengan menghilangkan tanda pagar (#) dan edit setiap bagian ip nya seperti gambar dibawah. Lalu apabila sudah selesai, maka Save menggunakan kombinasi tombol Ctrl+X, lalu Y dan Enter


Lalu anda edit file di “/etc/default/isc-dhcp-server“ dengan perintah :
nano /etc/default/isc-dhcp-server

Setelah terbuka silahkan anda ke baris paling akhir seperti gambar dibawah dan pastikan pada bagian INTERFACES=”eth0” telah terisi eth yang di inginkan untuk menjadi DHCP
servernya lalu simpan dan keluar dengan menekan ctrl+x tekan y tekan enter


Restart servis isc-dhcp-server menggunakan perintah berikut.
/etc/init.d/isc-dhcp-server restart

Masuk ke PC Client, lalu ubah settingan Networknya menjadi DHCP Client atau Automatic. Maka PC Client pun secara otomatis mendapatkan IP dari Debian server dan langsung bisa mengakses Internet (Apabila tersedia).


Kesimpulan

Setelah berhasil melakukan konfigurasi DHCP Server pada Debian, langkah selanjutnya apabila kamu ingin menambah Client yang bisa mendapatkan IP secara otomatis oleh Debian adalah dengan menambahkan satu perangkat lagi berupa Switch, yang kemudian pada Client-nya disetting DHCP Client atau Automatic.

Itulah post tentang Konfigurasi DHCP Server Pada Debian 8 Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar.

Friday, February 17, 2017

Installasi Web Server Pada Debian 8 Menggunakan Apache


Danarweb | Setelah kemarin kita berkenalan dengan Web Server dan Apache pada artikel Pengertian web server dan fungsinya, Kali ini kita akan belajar mengenai cara installasi web server dengan Apache. Pengertian, latar belakang, alat dan bahan, dll juga akan kita bahas pada post kali ini.

Pengertian

Web server dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti web browser (peramban web).
Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini menggunakan HTTP.

Selengkapnya silahkan baca artikel tentang Pengertian web server dan fungsinya

Latar belakang 

Installasi Web Server Menggunakan Apache digunakan agar nantinya server bisa diakses oleh Client menggunakan web browser pada  masing-masing Client

Jangka waktu

Installasi Web Server Menggunakan Apache biasanya selesai hanya dalam jangka waktu kurang dari 10 menit. hanya saja apabila kita ingin sekalian melakukan konfigurasi pada web server tersebut, maka waktu yang diperlukan akan bertambah.

Alat dan bahan

  1. PC Server yang sudah terinstall OS Debian. Pastikan sudah terkoneksi dengan Internet atau dengan repository lokal yang sudah terdapat apache.
  2. PC Client untuk yang sudah terhubung dengan Server, digunakan untuk meremote Server tersebut.
  3. Web browser pada PC Client untuk mengecek web browser.

Tahap pengerjaan

Masuk ke PC Client, lalu remote PC server yang akan dipasangi Web Server menggunakan SSH atau apapun.


Selanjutnya Install Pache2 dan PHP5 sekalian dengan cara mengetikan perintah berikut.
apt-get install apache2 php5


ketik Y untuk mensetujui pemasangan, lalu tunggu penginstallan Apache dan PHP5 sampai selesai.


Cek apakah Web Server sudah terpasang atau belum pada server dengan cara masuk ke Web browser pada PC Client, lalu masukan IP Address Debian Server milikmu ke Address Bar di Browser.
Apabila kamu dibawa masuk ke halaman web seperti ini, maka Web browser sudah berhasil dipasang pada Server milikmu.


Sekarang coba kita membuat sebuah halaman web sendiri berupa informasi tentang PHP5 yang kita install tadi dengan cara mengetikan perintah berikut pada terminal debian. lalu Enter
nano /var/www/html/test.php


 Masukan Script PHP berikut

phpinfo();
?>
 Setelah selesai mengetik script tersebut lalu pencet Ctrl+X lalu save dengan mengetikan Y . Selanjutnya Enter


Coba lihat halaman web PHP yang baru kita buat tadi dengan cara mengetikan URL [Ip Debian]/test.php contohnya adalah 192.168.4.2/test.php pada Web Browser. apabila muncul halaman info PHP, maka Berhasil!


Itulah post tentang Installasi Web Server Pada Debian 8 Menggunakan Apache Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar.

Source: Ebook Konfigurasi-Debian-Server-Ver-BLC-Telkom.pdf

Pengertian Web Server Beserta Fungsinya


Danarweb | Ya sebelum kita mulai belajar mengenai cara memasang web server, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan web server itu sendiri, antisipasi agar kedepanya kita tidak malah kesulitan sendiri. Web server merupakan salah satu bagian dari server yang paling dasar karena pada bagian Server lainya dibutuhkan web server itu sendiri agar bisa berjalan dengan baik.

Pengertian Web Server

Menurut wikipedia, Web server dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti web browser (peramban web).
Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web, namun pada prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.

Sedangkan menurut idcloudhost.com, Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser (Mozilla Firefox, Google Chrome) dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML.

Fungsi Web Server

Seperti yang sudah sedikit disinggung diatas, Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web
berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.
Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.

Apache?

Salah satu software Web Server paling populer dan banyak digunakan oleh Admin-Admin didunia adalah Apache, Apache begitu bisa diandalkan karena apache memiliki kelebihan yaitu:

1. Gratis!
Apache bisa digunakan secara gratis tanpa mengurangi fiturnya sedikitpun.
2. Mudah dalam konfigurasi
Apache hanya memiliki empat poin konfigurasi saja
3. Installasi Mudah
Menginstall Apache pada Debian dapat dibilang sangat mudah, karena caranya hampir sama dengan saat kamu menginstall program lainya. (cukup apt-get install blablabla)

Itulah Pengenalan Web Server secara singkat, saya harap post ini dapat membantu kamu untuk mengerti mengenai Web Server sebelum mulai menginstall Web Server pada post selanjutnya.

Source: Wikipedia, idcloudhost.com

Monday, February 13, 2017

Membuat Hotspot Mikrotik RB750 Dengan Access Point


Danarweb | Salah satu fitur dari Mikrotik yang populer digunakan oleh user didunia adalah Fitur Hotspot. Fitur ini banyak digunakan karena installasinya mudah dan alat bahan yang diapakai juga sedikit, sehingga lebih hemat. Nah sekarang pertanyaanya bagaimana cara memasang Hotspot di Mikrotik? Bagaimana jika Mikrotik tidak memiliki Pemancar WiFi?

Pengertian

Hotspot adalah suatu istilah bagi sebuah area dimana orang atau user bisa mengakses jaringan internet, asalkan menggunakan PC, laptop atau perangkat lainnya dengan fitur yang ada WiFi (Wireless Fidelity) sehingga dapat mengakses internet tanpa media kabel.
Access Point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote. 

Latar belakang

Penggunaan kabel sebagai perangkat jaringan sekarang sudah dianggap jadul dan kurang efifien lagi. Hal ini membuat kabel dalam jaringan sekarang sudah tidak banyak digunakan lagi, penggunaan kabel sudah digantikan dengan yang namanya wireless atau Wifi.

Alat dan Bahan

  1. 2 PC Client atau lebih, digunakan untuk mengkonfigurasikan Hotspot dan mengetes apakah Hotspot sudah berhasil atau belum.
  2. Mikrotik RouuterBoard, Disini saya menggunakan tipe RB750 yang belum memiliki pemancar WiFi. Pastikan Mikrotik sudah diautur IP, DNS, Routes, dll sehingga mikrotik sudah bisa terhubung ke Internet.
  3. Access point, disini saya menggunakan TP-Link. Karena Mikrotik RB750 belum support Wifi, maka Access Point diperlukan untuk memancarkan WiFi.

Tahap pengerjaan

A. mengkonfigurasikan Access Point
Hubungkan Access point ke PC client dengan kabel UTP, selanjutnya konfigurasikan IP pada PC client sesuai dengan IP yang terdapat pada Access Point. Karena Access Point yang saya punya memiliki IP default 192.168.0.254/24, maka Ip pada PC client saya setting sebagai berikut:
IP: 192.168.0.2/24 (Satu segmen dengan Acces Point)
Netmask: 255.255.255.0 (24) (Netmask sama dengan Access Point)
Gateway: 192.168.0.254 (sama dengan IP pada Access point)

Restart network kemudian masuk ke browser. pada Address bar masukan IP Access Point tadi, karena IP access point saya 192.168.0254, maka saya masukan IP tersbut pada Address bar.
Nah setelah kamu masukan IP AP ke address bar tersebut maka akan muncul popup Login Access point. Untuk username masukan admin, dan untuk password juga masukan admin (note: untuk access point merk lain mungkin agak berbeda)


Nah selanjutnya kamu akan masuk ke web dimana kamu bisa mengkonfigurasikan Access point milikmu. Klik Next pada Quick Setup untuk mulai mengkonfigurasikan Access point.


Pilih Access point apabila terdapat pilihan seperti berikut.


Masukan SSID Wifi kita nantinya. bila perlu masukan password WPA/WPA2-PSK juga. (note: sebenarnya login WPA/WPA2-PSK tidak diperlukan karena nantinya kita harus login pada halaman login hotspot untuk bisa mengakses Internet)


Masukan IP baru untuk Access point kita, disini saya menggunakan IP 192.168.3.1 dan Netmask-nya adalah 255.255.255.0. dan Pada DHCP kita pilih disable.


Selesai konfigurasi Access Point, selanjutnya klik reboot dan tunggu proses reboot hingga selesai.



B. Mengkonfigurasi Mikrotik
tancapkan PC Client, AP, Mikrotik seperti pada topologi berikut.


Masuk ke Winbox pada PC Client yg sudah terhubung ke Mikrotik.


Masuk ke IP-> Address, kemudian masukan IP baru dengan cara klik (+). Masukan settingan IP berikut:
IP: 192.168.3.2 (Satu Segmen dengan Access Point)
Network: 192.168.3.0
Ether: Ether 3 (Ether pada Mikrotik yang terhubung ke Access Point)


Buat sebuah DHCP Server dengan cara masuk ke menu IP-> DHCP Server, lalu klik DHCP Setup


Pilih Ether yang terhubung ke Access point pada DHCP Server Interface, Karena Ether yang terhubung ke Access Point adalah Ether 3, maka Pilih Ether 3.


Selanjutnya apabila kamu sudah mengkonfigurasikan DNS, tinggal klik Next-Next saja.


Selanjutnya buat Hotspot pada Mikrotik dengan cara masuk ke Menu IP-> Hotspot. lalu klik Hotspot Setup.


Pilih Ether yang terhubung ke Access point pada Hotspot Interface, Karena Ether yang terhubung ke Access Point adalah Ether 3, maka Pilih Ether 3.


Pada Set HotSpot addreess for interface klik Next saja karena IP sudah terisi otomatis.



Pada Set pool for HotSpot addreess juga klik Next saja karena pool sudah terisi otomatis.



Pada Select hotspot ssl certificate pilih yang None, kemudian klik Next.




pada Select SMTP Server masukan 0.0.0.0


Pada Setup DNS Configuration klik next saja apabila sudah terisi otomatis


Nah pada DNS name of local hotspot server kamu masukan sebuah URL yang akan kamu gunakan sebagai halaman login di web browser nantinya.


Pada Create Local Hotspot user kamu masukan username dan password yang digunakan untuk mengakses hotspot nantinya, user bisa ditambah dan diatur apabila Hotspot sudah berhasil dibuat nantinya


Sekarang coba kamu cek apakah hotspot sudah berhasil dibuat atau belum dengan cara koneksikan sebuah perangkat misalnya laptop ke Wifi yang sudah kita buat tadi, lalu masuk ke browser dan masukan alamat DNS login yang sudah kita setting tadi (Hotspot.login)
Apabila sudah muncul halaman login hotspot seperti ini, maka kamu sudah berhasil membuat hotspot pertamamu :)




itulah post tentang Membuat Hotspot Mikrotik RB750 Dengan Access Point Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar.