Showing posts with label DEBIAN. Show all posts
Showing posts with label DEBIAN. Show all posts

Wednesday, July 19, 2017

Mengganti Password Root Pada Linux Debian



Danarweb | Ya Hallo, Kali ini saya akan berbagi salah satu trik paling dasar untuk mengamankan linux Debian kita, yaitu mengganti Password root secara berkala. Seperti biasa, tutorial kali ini tidak hanya dapat diimplementasikan pada linux Debian saja, namun juga distro turunan debian seperti Ubuntu atau Mint juga.

Latar Belakang

Seorang Administrator server jaringan, harus rajin-rajin melakukan tindakan pengamanan pada server yang diurusnya. Salah satu cara paling dasar namun juga cukup efektif dalam mengamankan server adalah mengganti password Root sevara berkala. lantas bagaimana cara mengganti password Root tersebut?

Tahap Pengerjaan

Masuk ke Shell pada Debianmu, lalu login ke Superuser (Root) agar kita bisa leluasa unuk mengkonfigurasikan Debian kita, dengan mengunakan perintah su lalu masukan password Root.


Ketikan baris perintah 

passwd

lalu masukan password Root yang baru dua kali.


Selesai, sekarang password Root pada Linux Debianmu sudah berubah, untuk tindakan pengamanan silahkan lakukan penggantian password secara berkala.
Oke itulah post tentang Mengganti Password Root Pada Linux Debian, Mohon maaf apabila terdapat salah pengetikan atau kesalahan yang tidak disengaja lainya dan apabila terdapat bagian yang kurang jelas dari post diatas silahkan berikan komentarmu.

Tuesday, July 18, 2017

Mengganti Nama Komputer (Hostname) Pada Linux Debian



Danarweb | Yoo kali ini saya akan kembali dengan sebuah trik Linux Debian yang baru saja saya pelajari, yaitu tentang cara mengganti Hostname pada linux Debian. yah meskipun saya bilang Debian, namun cara yang akan kita pelajari kali ini dapat juga diimplementasikan pada Distro Linux turunan Debian seperti Ubuntu, Linux Mint, dll.

Latar Belakang

Ketika kamu menginstal OS linux Debian (dll), pastinya kamu diharuskan mengisi kolom Hostname bukan? Hostname tersebut digunakan sebagai identitas komputer Debian kita agar nantinya komputer atau perangkat jaringan lain yang terhubung dengan komputer kita dalam jaringan LAN maupun WAN dapat mengenali komputer kita tersebut dengan nama hostname yang kita pilih. Dari penjelasan singkat diatas sudah memaparkan betapa pentingnya keberadaan hostname tersebut, lalu bagaimana cara Adminitrator agar dapat mengganti hostname tersebut apabila sewaktu-waktu diperlukan?

Tahap Pengerjaan

Sebagai contoh, kali ini saya akan mencoba mengganti Hostname Debian saya yang awalnya bernama danar menjadi toshi.
Masuk ke Shell pada Debianmu, lalu login ke Superuser (Root) agar kita bisa leluasa unuk mengkonfigurasikan Debian kita, dengan mengunakan perintah su lalu masukan password Root.


Setelah kamu masuk ke Root, Masukan baris perintah berikut ini:

nano /etc/hostname/

Lalu seteah masuk ke editor Hostname tersebut, ganti nama Hostname lawas milikmu (misalnya milik saya adalah danar) dengan hostname yang baru (misalnya toshi)


Simpan konfigurasi tersebut dengan menekan tombol Ctrl+X lalu tekan Enter.
Sekarang Hostname linux Debian milikmu sudah berubah, silahkan reboot Komputermu agar perubahan tersebut dapat berjalan dengan mengetikan perintah reboot now.


Setelah reboot selesai, kamu akan dihadapkan dengan Hostname barumu!


Oke itulah post tentang Mengganti Nama Komputer (Hostname) Pada Linux Debian, Mohon maaf apabila terdapat salah pengetikan atau kesalahan yang tidak disengaja lainya dan apabila terdapat bagian yang kurang jelas dari post diatas silahkan berikan komentarmu.

Friday, June 9, 2017

Mengganti IP Address DHCP Menjadi Static Pada Debian


Danarweb | Yolululu!! Setelah lama saya tidak mengupdate lagi artikel tentang Debian Server, kali ini saya kembali datang dengan sebuah tutorial sederhana tentang Cara Mengganti IP Address DHCP Menjadi Static Pada Debian. 

Latar Belakang

Saat kita menginstal Debian Server, terkadang secara otomatis IP dari Debian tersebut di alokasikan dengan DHCP tanpa ada pilihan untuk mengalokasikanya secara manual (Static). Nah maka dari itu kita perlu menseting kembali IP Debian kita, karena pada dasarnya sebuah PC Server sebaiknya menggunakan IP Static daripada DHCP.

Tahap Pengerjaan

Pertama silahkan masuk ke Super User (Root) pada Debian kita dengan mengetikan perintah su lalu masukuan password Root Debian milikmu.


Ubah konfigurasi network dengan mengetikan perintah berikut ini:

nano /etc/netwrk/interfaces


Ubah baris konfigurasi berikut:

auto eth0
       iface eth0 inet dhcp 

Menjadi seperti ini

auto eth0
iface eth0 inet static
        address 192.168.43.6
        netmask 255.255.255.0
        network 192.168.43.0
        broadcast 192.168.43.255
        gateway 192.168.43.1
 *Sesuaikan dengan keinginanmu

Setelah itu Save dan Keluar dengan menekan Ctrl+X lalu Y, Enter!
Apabila kamu belum paham bisa melihat gambar berikut:
Before:

After: 

Selanjutnya restart servis Networking agar perubahan dapat langsung dirasakan dengan menggunakan perintah berikut:

/etc/init.d/networking restart


Oke, Mengganti IP Address DHCP Menjadi Static Pada Debian sudah selesai dilakukan. Untuk mengecek apakah IP sudah berubah sialahkan ketikan perintah ifconfig


Itulah post tentang Mengganti IP Address DHCP Menjadi Static Pada Debian, Cara ini juga berlaku untuk distro Ubuntu server dan juga beberapa distro turunan Debian lainya.

Sunday, May 28, 2017

Daftar Repositori Lokal Indonesia Debian 8 Jessie


Danarweb | Pada post kali ini saya akan memberikan daftar Repositori Debian 8 Jessie lokal Indonesia yang bisa kamu coba. Repositori lokal yang saya sarankan berikut ini memiliki server yang cepat dan uptodate dengan server repository Debian 8 Jessie pusat. Keuntungan menggunakan repository lokal adalah proses install, update dan downgrade aplikasi mengguanakan metode apt-get bisa lebih cepat dan stabil.
Berikut Daftar Repositori Lokal Indonesia Debian 8 Jessie:

#KAMBING-UI
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free 

#KEBO VLSM
deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free 

#DATA UTAMA SURABAYA
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free 

#UNEJ
deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free 

Itulah Daftar Repositori Lokal Indonesia Debian 8 Jessie. Dan untuk kamu yang belum tahu cara mengganti repository Debian 8 bisa mencontek post berikut http://danarweb.blogspot.co.id/2017/03/mengubah-repository-debian-8-ke.html

Monday, April 24, 2017

Pengertian, Aturan, dan Contoh Perintah CHMOD


Danarweb | Apabila kamu mengikuti beberapa tutorial mengenai Linux Debian dan Web Development pada blog ini pastinya sering menjumpai sebuah step dimana kamu harus mengetikan perintah bernama CHMOD. Lalu pertanyaanya sebenarnya apa maksud perintah CHMOD tersebut? Apakah CHMOD adalah sejenis mamalia baru? perkara itulah yag akan kita bahas sedikit pada artikel kali ini.

Pengertian CHMOD

CHMOD atau kepanjangan dari Change Mode, adalah sebuah perintah pada sistem operasi UNIX (termasuk Linux) yang digunakan untuk memberi atau membagi hak akses/permisions kepada Admin (Pemilik), User Client (User Biasa), dan Guest (tamu). CHMOD ini secara singkat berfungsi untuk mempermudah Admin dalam melakukan pembagian hak akses dan juga sebagai pengamanan agar para User Client dan User Guest tidak bisa seenaknya mengubah, menambah, atau menguragi data milik Server.

Aturan CHMOD

Nah CHMOD pada Linux memiliki aturan yang disimbolkan dengan angka berikut:

0 = Tidak ada hak akses
1 = Hak akses untuk masuk dan mengeksekusi suatu data atau folder (direktori)
2 = Hak akses untuk menulis/mengubah suatu data atau folder (direktori)
4 = Hak akses untuk membaca suatu data atau folder (direktori)

Jadi jika semuanya dijumlahkan hasilnya menjadi 7, yang berarti suatu user mempunyai hak penuh akan data atau folder (direktori) tersebut.
Dalam CHMOD juga memiliki tiga macam User yang diurutkan dengan tiga digit, dimana urutanya adalah : Hak Akses User (Digit pertama), Hak akses Grup (Digit kedua), hak akses lainya (Digit ketiga)


Contoh Penggunaan CHMOD

Contoh penggunaan perintah CHMOD pada Linux atau Hosting adalah sepeti berikut:
chmod -R [Aturan/Rule CHMOD] [Nama File/Dir.]
Misalnya:
chmod -R 755 danarweb.html (Untuk File)
chmod -R 755 danarweb/ (Untuk Direktori)

Catatan

Dalam beberapa kasus, perintah CHMOD tidak berjalan dengan baik pada direktori yang memiliki banyak File didalamnya. Hal ini bisa diatasi dengan cara menambahkan perintah -R dibelakang perintah CHMOD.

Itulah post tentang Pengertian, Aturan, dan Contoh Perintah CHMOD Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar.
sumur :v

Tuesday, April 18, 2017

Instalasi CMS MyBB Pada Debian 8



Danarserv | Setelah sekian lama hilang akhirnya saya bisa menyempatkan untuk kembali berbagi sedikit pengetahuan saya mengenai tutorial installasi salah satu CMS forum yang paling popular, yaitu CMS MyBB.
Apabila kamu ingin membuat sebuah komunitas online yang lebih santai dan tidak memiliki banyak Topik yang beragam mungkin menggunakan CMS EsoTalk sudah lebih dari cukup. Namun apabila kamu ingin membuat sebuah komunitas online yang besar dan memiliki banyak Topik yang bervariatif maka CMS MyBB lebih cocok untuk kamu pakai.

Pengertian

MyBulletinBoard (kepanjangan dari MyBB) merupakan sebuah paket perangkat lunak forum internet gratis dan source visible yang dikembangkan oleh MyBB Group. MyBB ditulis dalam PHP dan menggunakan database MySQL untuk menyimpan data-datanya. MyBB banyak dipakai karena banyaknya fitur yang disediakan, Gratis, dan juga kemudahan untuk mengkonstumisasi tampilan.

Alat dan Bahan

  • PC Server yang sudah terpasang paket LAMP, Disini saya menggunakan Debian Server.
  • PC Client yang sudah terhubung ke internet.
  • File CMS MyBB yang bisa kamu unduh gratis pada link https://mybb.com/download/

Tahap Pengerjaan

Kirim File CMS MyBB yang sudah kita unduh tadi dari PC Client ke Server menggunakan protocol FTP. Pastikan kamu mengingat direktori dari CMS tadi.


Apabila File CMS sudah berhasil dikirim, sekarang akses Server dengan PC Client menggunakan SSH ataupun Telnet, lalu masuk ke direktori Root agar kita bisa leluasa melakukan konfigurasi.


Pindah ke Direktori dimana file CMS tadi berada menggunakan perintah cd, karena file CMS tadi saya kirim ke direktori /home/danar/ maka saya menggunakan perintah berikut:
cd /home/danar/
 Sekarang coba kita cek apakah kita benar-benar berada pada direktori file CMS tersebut dengan mengetikan perintah ls, maka apabila kita sudah pada direktori file CMS tersebut maka akan muncul nama file CMS MyBB.


Sekarang kita pindah file CMS MyBB tersebut ke direktori /var/www/html/ menggunakan perintah berikut:
mv mybb_1811.zip /var/www/html
lalu masuk ke direktori /var/www/html/ menggunakan perintah cd berikut:
cd /var/www/html/
coba cek apakah file CMS MyBB sudah terpindah dengan benar dengan mengetikan perintah ls, apabila muncul nama file CMS MyBB tadi maka kita sduah sukses memindahkan file CMS tersebut.


Karena file CMS MyBB tadi masih berekstensi .zip, maka kita perlu mengekstrak file tersebut terlebih dahulu dengan menggunakan perintah unzip berikut:
unzip mybb_1811.zip

Apabila proses unzip sudah selesai, silahkan kamu ketikan perintah ls maka akan muncul direktori baru bernama Upload.
Selanjutnya rubah nama direktori Upload tersebut menjadi mybb menggunakan perintah mv berikut:
mv Upload/ mybb/

Berikan hak akses kepada direktori mybb menggunakan perintah chmod dan chown berikut:
chmod -R 755 mybb
chown -R www-data:www-data mybb

Login ke Phpmyadmin dengan mengetikan http://[ip server]/phpmyadmin/ misalnya http://192.168.43.6/phpmyadmin/ pada web browser lalu login menggunakan akun mysql milikmu.


Klik menu Databases lalu buat database baru bernama mybb


Sekarang kita mulai utuk melakukan instalasi CMS MyBB dengan cara mengetikan http://[ip server]/mybb/ misalnya http://192.168.43.6/mybb/ pada web browser, lalu klik next


Pada License Agreement langsung klik saja Next.


Pada Requirements Check klik Next.


Pada Database Configuration silahkan masukan data sesuai database yang sudah kita buat pada Phpmyadmin tadi dan pada bagian Database Username dan Database Password silahkan masukan Username&Password Mysql milikmu. Lalu klik Next.


Pada Table Creation langsung saja klik Next.


Pada Data Insertion Silahkan klik Next.


Pada Theme Installation Silahkan klik Next.


Pada Bagian Board Configuration, silahkan masukan identitas dari Forum yang kamu buat.


Pada Administrator User, Silahkan masukan Username&Password yang nantinya digunakan oleh Admin untuk Login ke Forum.


Apabila sudah muncul halaman seperti berikut ini, maka installasi CMS MyBB sudah berhasil.


Kamu sudah bisa mengunjungi Forum MyBB milikmu dengan cara mengetikan http://[ip server]/mybb/ misalnya http://192.168.43.6/mybb/ pada web browser.


Lalu apabila kamu ingin masuk ke halaman Admin dengan cara mengetikan http://[ip server]/mybb/admin/ misalnya http://192.168.43.6/mybb/admin/ pada web browser



Kesimpulan

Setelah Instalasi CMS MyBB Pada Debian 8 berhasil, kamu bisa langsung mengakses forum milikmu dengan web browser lalu ketikan http://[ip server]/forum/. Silahkan daftarkan temanmu ke Forum tersebut untuk isa memulai berkomunitas secara digital. karena kamu masih menginstal CMS MyBB tersebut ke jaringan Local, maka yang bisa mengakses Forum tersebut hanya Client yang terhubung dengan server saja.

Itulah post tentang Instalasi CMS MyBB Pada Debian 8 Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar. Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar.

Friday, March 31, 2017

Mengamankan Web Server Dengan Menghilangkan Informasi OS di Halaman Error


Danarweb | Saat kamu mengakses sebuah halaman error pada Web Server, secara default kamu akan dibawa ke halaman error 404 yang mana juga terdapat informasi mengenai OS dan aplikasi server yang dipakai oleh Web server tersebut. Nah ternyata hal tersebut bisa menjadi celah yang dapat digunakan oleh peretas untuk meretas sebuah Web Server.


Pengertian

Web server dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti web browser (peramban web).

Latar Belakang

Secara Default, Web server biasanya mengarahan pengunjung yang mengunjungi sebuah halaman web yang rusak ke sebuah halaman error 404 yang dibawahnya terdapat identitas dari OS dan Web server yang dipakai pada saat. Hal ini bisa menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh Hacker untuk meretas Web Server kita. hal ini terjadi karena setiap sebuah OS atau aplikasi Server (misalnya Web server) diupdate oleh developernya, maka akan diselipkan juga catatan bug dari versi OS atau aplikasi server sebelmunya. Nah dari hal tersebut tentunya membuat Webs erver kita menjadi sasaran empuk oleh hacker apabila Web server kita tidak uptodate.

Alat dan bahan

Server, Disini saya menggunakan Debian 8 Server.
Web Server, Disini saya menggunakan web server Apache.
PC Client, Digunakan untuk meremote server dan mengetess hasil.

Jangka waktu

Mengamankan Web Server Dengan Menghilangkan Informasi OS di Halaman Error membutuhkan waktu kurang dari 10 Menit.

Tahap pengerjaan

Akses Servermu dengan PC Client menggunakan SSH ataupun Telnet, Lalu login ke Super User (Root).


Edit file konfigurasi pada Apache bernama security.conf menggunakan perintah berikut:
nano /etc/apache2/conf-available/security.conf

Lalu edit baris ServerTokens OS lalu ubah menjadi ServerTokens Prod. selanjutnya hapus tanda pagar (#) pada baris ServerSignature off dan sebaliknya beri tanda pagar (#) didepan baris ServerSignature on. dan terakhir Save dengan cara tekan Ctrl+X lalu Y, Enter.

Before:

After:


 Before:

Restart servis Apache menggunakan perintah berikut:
/etc/init.d/apache2 restart

Sekarang coba kamu buka browser, lalu buka halaman eror pada Web server-mu


Kesimpulan

Mengamankan Web Server Dengan Menghilangkan Informasi OS di Halaman Error, sekarang Web Servermu selangkah lebih aman dari Sebelumnya. Sekedar informasi, Trik ini juga bisa digunakan pada Web Server lain selain Apache, namun dengan sedikit penyesuaian.

Itulah post tentang Installasi Web Server Pada Debian 8 Menggunakan Apache Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar.

Monday, March 27, 2017

Konfigurasi Mail Server dan Web Mail Pada Debian 8




Danarweb | Salah satu aplikasi server yang paling sering digunakan oleh admin adalah mail server, dimana dengan mail server tersebut kita bisa saling berkirim email dalam satu jaringan local maupun internet. Nah lalu bagaimana cara instalasi dan konfigurasi Mail Server dan Web mail?

Pengertian

Mail server adalah server yang memungkinkan pengguna (user) untuk dapat mengirim dan menerima surat elektronik  atau e-mail satu sama lain dalam stu jaringan atau dengan internet. Layanan ini menggunakan arsitektur client-server, Artinya ada aplikasi client mengakses server email. Protocol yang umum digunakan adalah protocol SMTP (Sim), pop3 (post office protocol v3) imap smtp digunakan sebagai setandar untuk menampung data mendistribusikan email. sedangkan pop3 dan imap digunakan agar user dapat mengambil dan membaca email secara remote.
sedangkan web mail server adalah sarana yang memungkinkan user dapat mengakses e-mail melalui web.
dalam kata lain web mail server adalah interfaces dengan kata lain sebuah e-mail yang berada di dalam web sehingga jika membuka e-mail tersebut kita harus membuka web terlebih dahulu dengan koneksi internet dan ini berbasis web

Latar belakang

Agar dalam sebuah jaringan client bisa saling berkirim email atau pesan, maka instalasi dan konfigurasi mail server dan web mail perlu dilakukan.

Alat dan bahan

  1. Debian 8 Server yang sudah terpaang DNS Server dan terkoneksi dengan internet atau repository local.
  2. PC Client yang digunakan untuk meremote server dan menggunakan layanan mail server.

Jangka waktu

Instalasi dan konfigurasi mail server dan web mail membutuhkan waktu kurang lebih 30 Menit, hal ini jauh lebih cepat apabila kamu sudah mengerti cara kerja dari mail server dan juga sudah hapal peritah-perintah dasar Linux Debian.

Tahap pengerjaan

A. Installasi dan Konfigurasi Mail server
Dalam tutorial kali ini saya menggunakan mail server Postfix dan Courier, tahap instalasinya adalah sebagai berikut:
Akses Server dengan PCClient menggunakan SSH ataupun Telnet, lalu Login ke User root agar kita bisa leluasa mengkonfigurasikan server kita.


Instal paket Postfix dan Courier menggunakan perintah berikut:
apt-get install postfix courier-pop courier-imap


akan muncul popup berikut ini, silahkan klik ENTER saja.


Pilihlah Internet Site apabila muncul pilihan seperti berikut ini


Saat muncul kotak seperti dibawah ini, silahkan kamu masukan DNS mail yang sudah kamu konfigurasikan sebelumnya saat menginstall DNS Server.


Tunggu proses installasi dan lain lain selama beberapa saat kemudian akan muncul seperti
gambar dibawah ini silahkan anda pilih yes


Tunggu proses sampai beberapa saat setelah itu anda siap untuk mulai mengkonfigurasi
postfix mail server.
Buat folder mail dengan cara mengetikan bais perintah berikut:
maildirmake /etc/skel/Maildir
Lalu edit file main.cf dengan perintah berikut:
nano /etc/postfix/main.cf

Silahkan kamu masukan baris berikut dibagian paling akhir.
home_mailbox = Maildir/
Setelah itu simpan dan keluar dengan menekan ctrl+x tekan y tekan enter


Lalu masukan perintah :
dpkg-reconfigure postfix

Seperti langkah installasi tadi ini hanyalah langkan untuk re-install seperti di windows tetapi
dengan konfigurasi yang diubah oleh konfigurasi kita , seperti gambar dibawah ini silahkan
tekan enter untuk ok


Pilih Internet Site


Lalu muncul kotak seperti gambar dibawah ini silahkan kamu tekan ok takan enter


Lalu kamu diminta memasukan postmaster silahkan kamu kosongkan saja lalu tekan enter


Kemudian akan muncul seperti kotak dibawah untuk alamat - alamat penerima email , tidak
perlu ditambahkan apapun default saja tekan Enter.


Kemudian muncul “Force synchronous updates on mail queue “ silahkan takan tap pilih No
tekan enter


Setelah itu muncul “local network” silahkan tambahkan “0.0.0.0/0” takan tab pilih ok tekan
enter seperti gambar dibawah ini


Lalu setelah itu muncul pertanyaan “use procmail for local delivery ?” silahkan tekan tab
pilih no tekan enter


Lalu muncul “mailbox size limit” 0 saja secara default tekan tab pilih ok tekan enter


Setelah itu muncul lagi “local address extension character” silahkan tekan tap pilih ok tekan
enter


Lalu muncul piilhan internet protocol silahkan anda pilih IPV4 dengan tombol arah tekan tab
pilih ok tekan enter


Tunggu proses installasi nya selesai jika tidak ada masalah mail server telah selesai di
konfigurasi
Lalu setelah install mailserver yaitu postfix , cuirier-pop, courier-imap silahkan anda restart
semua service tersebut dengan perintah :
/etc/init.d/postfix restart
/etc/init.d/courier-pop
/etc/init.d/courier-imap

B. Instalasi Web Mail
Sebelum memulai instalasi Webmail Server, perlu kalian ketahui terlebih dahulu
bahwa Webmail berbeda dengan Mail. Webmail hanyalah merupakan frontend dari Mail. Inti mekanismenya sebenarnya terdapat pada Mail Server, bukan pada Webmail Servernya.
Karena tujuan Webmail hanya untuk memudahkan user dalam mengakses Mail Server
tersebut. Pada tutorial kali ini saya menggunakan Web Mail squirrelmail, Squirrelmail saya pilih karena instalasi dan konfigurasinya mudah, aplikasinya ringan, dan tampilannya cukup sederhana.

Install aplikasi server bernama Squirrelmail menggunakan perintah berikut:
apt-et install squirrelmail

Edit file apache2.conf menggunakan perintah berikut:
nano /etc/apache2/apache2.conf

lalu masukan baris berikut dibagian paling akhir.
Include "/etc/squirrelmail/apache.conf"

Kemudian simpan dan keluar dengan menekan ctrl+x tekan y tekan enter , lalu restart
service apache2 anda dengan perintah :#service apache2 restart
Buat semacam shortcut atau symbolic dari folder “/usr/share/squirrelmail” ke
“/var/www” dengan nama symbolic mail yaitu dengan perintah :
ln -s /usr/share/squirrel/ /var/www/mail

Lalu anda coba buka melalui client dengan browser dapat membuka http://[ip server]/mail/ atau http://[ip server]/squirellmail/ dan sekarang Client sudah bisa saling berkirim pesan atau email.



Kesimpulan

Setelah konfigurasi mail server dan web mail berhasil, sekarang Client sudah bisa saling bertukar email dengan menggunakan browser lalu ketikan http://[ip server]/mail/ atau http://[ip server]/squirellmail/

Itulah post tentang Konfigurasi Mail Server dan Web Mail Pada Debian 8 Semoga kamu terbantu. apabila kamu megalami permasalahan atau terdapat bagian yang kamu tidak mengerti silahkan berkomentar.